Elharamain Wisata

Umroh Setelah Haji, Menambah Ibadah di Hari-hari Tenang Sebelum ke Madinah

Lampu pelataran menyala terang, Ka’bah berdiri di belakang kerumunan jamaah berbaju putih, dan seorang bapak berkacamata mengacungkan jempol sambil memeluk tas biru bertuliskan Elharamain. Di sampingnya, sang istri dengan mukena bermotif tipis tersenyum lebar, kedua tangannya terbuka seperti sedang bercerita. Foto rombongan musim 1446 H ini sering mengingatkan saya pada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul di sesi manasik, yaitu bolehkah dan kapan sebaiknya umroh setelah haji dilakukan.

Pertanyaan itu wajar. Setelah melewati Arafah, Muzdalifah, dan hari-hari di Mina, banyak jamaah merasa masih ingin berlama-lama dengan Ka’bah. Ada yang ingin menambah umroh untuk dirinya sendiri, ada pula yang ingin menghadiahkannya untuk orang tua yang sudah tiada. Jawabannya sederhana, kesempatan itu ada, asalkan waktunya tepat dan tenaganya cukup. Sisanya tinggal soal niat, kesabaran, dan pendampingan yang baik dari pembimbing rombongan.

Pasangan jamaah berihram di lobi hotel Makkah sebelum umroh setelah haji

Umroh Setelah Haji, Kesempatan yang Datang di Hari-hari Tenang

Rangkaian puncak haji berakhir setelah nafar dari Mina. Sesudah itu, jamaah haji khusus biasanya masih tinggal beberapa hari di Makkah sebelum bergeser ke Madinah. Hari-hari ini terasa lebih longgar. Tidak ada lagi jadwal melontar, tubuh mulai pulih, dan jamaah bisa lebih leluasa mengatur waktu ke Masjidil Haram.

Di sela waktu itulah umroh tambahan biasanya dikerjakan. Jamaah berangkat ke miqat bersama pembimbing, berniat dan berihram kembali, lalu kembali ke Masjidil Haram untuk tawaf dan sa’i. Album rombongan memperlihatkan suasana seperti ini, pasangan suami istri berdiri berihram di lobi hotel dengan rangkaian bunga merah di belakangnya, dan ibu-ibu berbalut putih duduk rapat di dalam bus.

Ibu-ibu jamaah haji berihram putih duduk di dalam bus rombongan

Mengapa Pembimbing Selalu Mengatur Ritme

Semangat jamaah setelah haji biasanya tinggi, kadang terlalu tinggi. Ada yang ingin umroh berkali-kali dalam waktu berdekatan tanpa memikirkan kondisi lutut dan pernapasannya. Di sinilah peran pembimbing penting. Mereka menjadwalkan umroh tambahan secara berombongan, memilih waktu yang tidak terlalu panas, dan memastikan jamaah lansia tetap didampingi.

Ada beberapa hal kecil yang biasanya diingatkan sebelum berangkat ke miqat. Bawa kain ihram cadangan, minum cukup air, simpan sandal di kantong agar tidak tertukar, dan jangan memaksakan diri bila badan belum benar-benar pulih dari hari-hari di Mina. Umroh tambahan itu ibadah sunnah yang indah, tetapi menjaga kesehatan sampai tiba waktu pulang juga bagian dari amanah. Lebih baik satu umroh yang khusyuk daripada beberapa umroh yang dikerjakan sambil menahan sakit.

Suami istri jamaah haji berihram berdiri di pelataran Ka'bah malam hari

Bagi banyak jamaah, umroh setelah haji terasa berbeda dari umroh pertamanya. Ritualnya sama, tetapi hatinya sudah lebih tenang. Urutan tawaf dan sa’i sudah di luar kepala, rasa cemas tertinggal rombongan sudah hilang, dan doa di depan Ka’bah bisa dipanjatkan lebih lama. Wajah-wajah di foto pelataran itu, santai dan penuh senyum, seolah bercerita tentang perasaan yang sama.

Ibu-ibu jamaah haji berswafoto di pelataran Masjidil Haram pada sore hari

Umroh Difasilitasi 3 Kali dan Bisa untuk Membadalkan

Dalam Paket Haji Khusus Arbain 2027 Elharamain Wisata, umroh difasilitasi sebanyak 3 kali dan bisa digunakan untuk membadalkan. Artinya, jamaah yang ingin menghadiahkan umroh untuk orang tua atau keluarga yang sudah wafat tetap mendapat pendampingan dari tim.

Itinerary tentatifnya juga memberi ruang untuk itu. Setelah nafar tsani pada 19 Mei 2027 dan ziarah Thaif pada 20 Mei, jamaah tinggal di hotel Makkah pada 21 sampai 26 Mei untuk ziarah kota dan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Pada 27 Mei rombongan naik kereta ke Madinah untuk program shalat Arbain hingga 3 Juni, lalu pulang lewat Doha dan tiba di Jakarta pada 5 Juni 2027. Penjelasan tentang hari terakhir di Mina bisa dibaca di artikel nafar tsani haji, dan pamitan dengan Ka’bah dibahas di tawaf wada haji.

Paket ini memakai kuota resmi Kemenag RI dan penerbangan Qatar Airways selama 27 hari. Hotelnya Marwa Rotana di Zamzam Tower Makkah dan Al-Aqeeq Madinah yang berjarak sekitar 50 meter, dengan Maktab 113 (fasilitas masih tentatif, setaraf). Estimasi harga hotel bintang 5 adalah 17.000 USD sekamar ber-4, 18.500 USD ber-3, dan 20.000 USD ber-2, dikurangi dana manfaat pendaftaran haji sekitar 400โ€“600 USD. DAM dan kurban sebesar 150 USD belum termasuk.

Semoga Allah menerima haji dan umroh setiap jamaah, serta menjadikan pahalanya sampai kepada orang tua dan keluarga yang mereka doakan. Bila ingin bertanya lebih jauh tentang program umroh selama musim haji atau cara mendaftar, silakan hubungi tim Elharamain Wisata melalui WhatsApp 0812-8729-2422.