Elharamain Wisata

Kajian Sirah Nabawiyah Jamaah Haji, Belajar Kisah Nabi di Kotanya

Karpet hijau Masjid Nabawi terbentang di antara tiang-tiang putih yang tinggi. Belasan jamaah pria rombongan Elharamain duduk bersila dalam satu barisan, sebagian berpeci putih, sebagian berkopiah hitam, wajah mereka tenang menunggu waktu shalat. Foto dari musim haji 1447 H ini diambil ketika rombongan sudah berada di Madinah, kota tempat kajian Sirah Nabawiyah terasa paling hidup. Kisah Nabi yang selama ini dibaca di buku tiba-tiba punya latar yang bisa dilihat dengan mata sendiri.

Setelah hari-hari puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, banyak jamaah datang ke Madinah dengan hati yang lebih lapang. Tubuh masih lelah, tetapi pikiran sudah siap menerima ilmu. Saat itulah majelis sirah menjadi salah satu bagian program yang paling dinanti.

Kajian Sirah Nabawiyah, Mengenal Nabi di Kotanya Sendiri

Membaca kisah hijrah di tanah air tentu berbeda dengan mendengarnya beberapa ratus meter dari makam Rasulullah. Ketika pembimbing bercerita tentang kaum Anshar yang menyambut kaum Muhajirin, jamaah bisa membayangkan jalan-jalan Madinah yang sekarang mereka lalui setiap hari menuju masjid. Ketika kisah perang Uhud disampaikan, bukit-bukit batu di sekitar kota tidak lagi terasa asing.

Rombongan jamaah haji 1447 H berfoto dengan spanduk Elharamain di depan bukit batu kemerahan

Rombongan haji 1447 H sempat berfoto bersama dengan spanduk Elharamain di depan bukit batu kemerahan saat ziarah di Madinah. Sebagian besar jamaah memakai seragam biru, beberapa memegang payung untuk menahan terik. Momen ziarah seperti ini menjadi pelengkap kajian, karena cerita di majelis langsung bertemu dengan tempatnya.

Dari Masjid Quba sampai Pelataran Masjid Nabawi

Salah satu foto memperlihatkan rombongan jamaah wanita berbaris rapi di halaman luas dengan kubah-kubah putih dan menara tinggi di latar belakang, pemandangan khas Masjid Quba. Masjid ini erat kaitannya dengan awal hijrah Rasulullah ke Madinah, sehingga hampir selalu disinggung dalam kajian sirah.

Jamaah haji wanita berbaris di halaman Masjid Quba dengan kubah putih dan menara

Di hari lain, jamaah pria berfoto bersama di pelataran Masjid Nabawi dengan Kubah Hijau dan menara di belakang mereka. Seragam gelap yang mereka kenakan membuat barisan tampak kompak. Banyak jamaah mengaku, setelah mengikuti kajian sirah, cara mereka memandang Kubah Hijau ikut berubah. Bukan lagi sekadar latar foto, melainkan penanda tempat Rasulullah dimakamkan, tempat mereka mengucapkan salam dengan suara bergetar.

Jamaah haji pria berseragam gelap berfoto di pelataran Masjid Nabawi dengan Kubah Hijau

Ritme Harian Jamaah selama Arbain di Madinah

Dalam itinerary tentatif Paket Haji Khusus Arbain 2027, jamaah berada di Madinah dari 28 Mei sampai 3 Juni setelah tiba dengan kereta pada 27 Mei. Hari-hari itu diisi shalat Arbain di Masjid Nabawi, ziarah Raudhah dan makam Nabi, ziarah kota, serta kajian Sirah Nabawiyah. Hotel Al-Aqeeq Madinah yang berjarak sekitar 50 meter dari masjid memudahkan jamaah bolak-balik di antara waktu shalat tanpa menguras tenaga.

Malam hari di pelataran Masjid Nabawi punya suasananya sendiri. Rombongan jamaah wanita musim haji 1447 H berfoto bersama dengan mukena putih bermotif, lampu-lampu masjid menyala terang dan Kubah Hijau terlihat di kejauhan. Banyak dari mereka baru saja selesai beribadah, wajah-wajah lega dan bahagia.

Rombongan jamaah haji wanita bermukena putih di pelataran Masjid Nabawi pada malam hari, peserta kajian sirah nabawiyah

Kajian sirah bukan satu-satunya bekal ilmu dalam paket ini. Program bimbingan Elharamain juga mencakup manasik camp lima hari, kajian setiap selesai shalat lima waktu di hotel transit, kajian Arbain Nawawi saat nafar tsani, shalat dan kajian tsuruq, tahajjud bersama, serta tilawah hingga khatam Al-Qur’an. Selama masa tunggu, calon jamaah juga mendapat kajian online bulanan, sehingga mereka tidak berangkat dengan tangan kosong.

Paket Haji Khusus Arbain 2027

Paket Haji Khusus Arbain 2027 memakai kuota resmi Kemenag RI dengan penerbangan Qatar Airways selama 27 hari, berangkat 10 Mei dan tiba kembali di Jakarta pada 5 Juni 2027 sesuai jadwal tentatif. Estimasi harga hotel bintang 5 adalah 17.000 USD sekamar berempat, 18.500 USD bertiga, dan 20.000 USD berdua, kemudian dikurangi dana manfaat pendaftaran haji sekitar 400 sampai 600 USD. Hotel di Makkah adalah Marwa Rotana (Zamzam Tower), dan fasilitas masih bersifat tentatif atau setaraf.

Penjelasan lebih lengkap tentang hari-hari di Madinah bisa dibaca di halaman program Arbain haji plus, sedangkan persiapan ilmu selama masa tunggu dibahas di manasik haji plus masa tunggu. Foto-foto lain dari musim yang sama terkumpul di dokumentasi haji plus 2026.

Kalau ingin berbincang soal program bimbingan atau jadwal keberangkatan, hubungi tim Elharamain melalui WhatsApp di 0812-8729-2422. Semoga Allah menumbuhkan cinta kepada Rasulullah di hati setiap calon jamaah dan mengantarkan mereka hingga bisa bershalawat di dekat makam beliau.