Elharamain Wisata

Ziarah Kota Makkah Jamaah Haji, dari Pelataran Berbukit hingga Lampu Kota di Dini Hari

Matahari sudah tinggi ketika rombongan haji Elharamain musim 1446 H membentangkan spanduk di pelataran luas berlantai batu. Di belakang mereka berdiri bukit kecokelatan dengan tugu putih di puncaknya, kipas-kipas pendingin raksasa berjajar di tiang, dan ratusan peziarah lain berlalu-lalang. Beberapa jamaah mengangkat tangan tinggi-tinggi, ada yang memegang bendera biru kecil. Itulah salah satu potret ziarah kota Makkah, hari ketika jamaah haji akhirnya bisa melihat tempat-tempat bersejarah dengan napas yang lebih lega.

Selama hari-hari puncak, jamaah melewati Arafah dengan hati tegang dan tubuh lelah. Setelah semuanya tuntas, mengunjungi kembali kawasan yang sama terasa sangat berbeda. Tidak ada lagi kekhawatiran soal jadwal wukuf, yang ada hanya ingatan dan rasa syukur.

Ziarah Kota Makkah Setelah Rangkaian Haji Selesai

Ziarah kota biasanya diatur setelah jamaah kembali dari Mina dan kondisi badan mulai pulih. Pembimbing menjelaskan sejarah setiap tempat di dalam bus atau di lokasi, sehingga jamaah tidak sekadar berfoto. Bagi banyak orang, inilah momen ketika kisah-kisah sirah yang dulu hanya didengar di pengajian terasa nyata.

Rombongan 1447 H punya cerita yang agak berbeda. Sebagian jamaah memilih mendaki bukit batu pada dini hari. Fotonya memperlihatkan seorang bapak berpeci putih bersandar di dinding batu gelap yang penuh coretan, mengacungkan jempol dengan napas yang mungkin masih tersengal.

Jamaah haji berpeci putih bersandar di dinding batu saat mendaki bukit dini hari

Lampu Kota dari Ketinggian

Sampai di atas, pemandangannya membayar semua lelah. Tiga jamaah berdiri di balik pagar besi, di belakang mereka hamparan lampu kota Makkah berkelip dalam kabut tipis, dan di kejauhan terlihat menara jam yang menjulang di dekat Masjidil Haram. Salah satunya mengikat jaket di pinggang, tanda pendakian tadi cukup menguras keringat.

Tiga jamaah haji berdiri di puncak bukit dengan latar lampu kota Makkah saat ziarah

Album yang sama juga menyimpan foto saat langit berubah jingga. Sepasang suami istri duduk berdampingan di atas batu, punggung bukit-bukit di belakang mereka mulai terkena cahaya matahari pertama. Senyum keduanya terasa sangat pribadi, seperti dua orang yang baru saja menunaikan janji lama untuk berhaji bersama.

Pasangan jamaah haji duduk di atas batu saat langit jingga matahari terbit

Pendakian seperti ini tentu tidak cocok untuk semua jamaah. Jamaah lansia atau yang punya keluhan jantung dan lutut sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter pendamping. Banyak pilihan ziarah lain yang lebih ramah, dan tim akan menyesuaikannya dengan kondisi rombongan. Pertimbangan untuk jamaah sepuh dibahas lebih lengkap di halaman haji plus ramah lansia.

Museum dan Replika Pintu Ka’bah

Ziarah tidak selalu berarti panas-panasan di luar ruangan. Rombongan 1446 H juga mengunjungi sebuah museum. Di salah satu fotonya, seorang ibu bergamis hitam berdiri di depan replika pintu Ka’bah berlapis kain hitam dengan sulaman kaligrafi emas. Ukurannya besar, detailnya rapi, dan jamaah bisa memandanginya dari dekat tanpa berdesakan.

Jamaah haji berdiri di depan replika pintu Ka'bah bersulam kaligrafi emas di museum

Bagi jamaah yang selama di Masjidil Haram hanya bisa melihat Ka’bah dari kejauhan karena padatnya musim haji, kesempatan seperti ini sering menjadi pengalaman yang membekas.

Ziarah kota juga menjadi saat yang baik untuk mengobrol lebih santai dengan sesama jamaah. Setelah berminggu-minggu bersama di tenda, bus, dan ruang makan, rombongan biasanya sudah terasa seperti keluarga. Foto-foto di pelataran itu, dengan tangan terangkat dan tawa lepas, menunjukkan kedekatan yang tumbuh selama musim haji. Banyak pertemanan yang terus terjalin sepulangnya ke tanah air, bahkan berlanjut di majelis-majelis pengajian.

Jadwal Ziarah dalam Paket Haji Khusus Arbain 2027

Dalam itinerary tentatif Paket Haji Khusus Arbain 2027 Elharamain Wisata, setelah nafar tsani pada 19 Mei 2027 jamaah mengikuti ziarah Thaif pada 20 Mei, lalu tinggal di hotel Makkah pada 21 sampai 26 Mei untuk ziarah kota. Tanggal 27 Mei rombongan naik kereta ke Madinah dan menjalani program di sana, termasuk Raudhah, ziarah, dan shalat Arbain, hingga 3 Juni. Detail programnya ada di halaman program Arbain haji plus.

Paket ini menggunakan kuota resmi Kemenag RI dan penerbangan Qatar Airways, 27 hari, dengan hotel Marwa Rotana di Zamzam Tower Makkah, Al-Aqeeq Madinah sekitar 50 meter, transit Al-Telal Towers, dan Maktab 113 (fasilitas masih tentatif, setaraf). Estimasi harga hotel bintang 5 adalah 17.000 USD sekamar ber-4, 18.500 USD ber-3, dan 20.000 USD ber-2, dikurangi dana manfaat pendaftaran haji sekitar 400โ€“600 USD. Foto-foto lain dari musim 1446 H bisa dilihat di dokumentasi haji plus 2025.

Semoga Allah menjadikan setiap langkah ziarah sebagai penambah iman dan cinta kepada Rasulullah, dan mengantar jamaah pulang dengan hati yang lebih bersih. Bila ingin berkonsultasi tentang program haji khusus Elharamain Wisata, silakan hubungi tim kami melalui WhatsApp 0812-8729-2422.