Elharamain Wisata | Haji Plus Resmi Kemenag

Masjidil Haram Musim Haji, Shaf di Pelataran dan Menara Jam di Malam Hari

Shaf itu berdiri di pelataran yang beralas karpet hijau. Jamaah pria di depan, jamaah wanita bergamis hitam di sisi kanan, sandal dan tas kecil diletakkan rapi di dekat kaki. Di belakang mereka, gedung-gedung tinggi dan menara jam Makkah menyala di langit malam. Foto rombongan Elharamain Wisata ini diambil setelah rangkaian puncak haji 1447 H selesai, dan ia menggambarkan dengan pas bagaimana suasana Masjidil Haram musim haji: padat, khusyuk, dan tetap tertib.

Setelah turun dari Mina, banyak jamaah merasa baru benar-benar punya waktu untuk Masjidil Haram. Tidak lagi terburu-buru mengejar jadwal manasik, tidak lagi memikirkan jumrah. Hari-hari ini diisi shalat lima waktu berjamaah, tawaf sunnah, dan duduk lama memandangi Ka’bah.

Shalat di Pelataran Saat Masjid Penuh

Pada musim haji, jamaah dari seluruh dunia berkumpul di satu tempat. Ruangan dalam masjid sering penuh jauh sebelum azan, sehingga pelataran menjadi tempat shalat yang wajar. Pembimbing biasanya menyarankan jamaah berangkat lebih awal, membawa sajadah tipis, dan menentukan titik kumpul yang mudah diingat.

Di salah satu foto, beberapa jamaah wanita bergamis hitam berdiri bershaf di depan gerbang masjid yang terang benderang. Kepala mereka tertunduk, tangan bersedekap, khusyuk dalam shalat meski posisinya di luar bangunan. Pemandangan seperti ini lazim pada musim haji. Siapa pun yang datang belakangan akan mengisi shaf di mana saja masih ada ruang, dan rombongan yang terbiasa berangkat bersama biasanya tetap berdekatan.

Jamaah wanita Elharamain Wisata shalat bershaf di depan gerbang Masjidil Haram musim haji
Jamaah wanita bershaf di depan gerbang masjid.

Wajah Masjidil Haram Musim Haji dari Dekat

Ada foto yang memperlihatkan bingkai besar berbentuk belah ketupat dengan menara-menara masjid terlihat di dalamnya, seorang jamaah wanita bergamis hijau duduk di kaki bingkai itu. Ada pula empat jamaah pria berdiri berjajar dengan Ka’bah di belakang mereka, pelataran tawaf dipenuhi jamaah berpakaian putih. Foto-foto ini diambil siang dan malam, menunjukkan bahwa Masjidil Haram tidak pernah sepi selama musim haji.

Jamaah wanita Elharamain Wisata duduk di bingkai belah ketupat dengan latar menara Masjidil Haram
Bingkai belah ketupat dengan menara masjid di dalamnya.
Empat jamaah haji pria Elharamain Wisata berfoto dengan latar Ka'bah
Ka’bah dan pelataran tawaf yang dipenuhi jamaah.

Yang menarik, ada juga foto empat jamaah pria duduk di lantai sebuah ruangan berjendela kaca sambil menengadahkan tangan, berdoa. Seorang jamaah lain mengambil swafoto di depan mereka. Di balik kaca, pelataran Masjidil Haram tampak terang dengan menara-menaranya. Momen seperti ini sering terjadi di sela waktu shalat, ketika jamaah beristirahat sambil tetap bisa memandangi masjid.

Jamaah haji pria Elharamain Wisata berdoa di ruangan berjendela kaca menghadap Masjidil Haram
Berdoa dengan pelataran masjid terlihat di balik kaca.

Bagi banyak jamaah, hari-hari setelah haji di Makkah adalah waktu untuk mengejar hal-hal yang sempat tertunda. Ada yang ingin mengkhatamkan Al-Qur’an, ada yang ingin lebih sering tawaf sunnah, ada yang sekadar ingin duduk tenang di pelataran sambil berdzikir. Tidak ada yang salah dengan pilihan-pilihan itu, selama tubuh tetap dijaga dan shalat berjamaah tidak terlewat.

Ibadah yang Mengisi Hari-hari di Makkah

Dalam program haji khusus Elharamain, waktu di Makkah tidak dibiarkan kosong. Jamaah diajak tahajjud bersama, shalat dan kajian tsuruq, serta tilawah dengan target khatam Al-Qur’an. Umroh difasilitasi tiga kali, dan jamaah bisa memakainya untuk membadalkan orang tua atau kerabat yang sudah wafat.

Satu hal yang sering kami ingatkan kepada jamaah: jaga tenaga. Masjidil Haram musim haji bisa sangat ramai, apalagi menjelang shalat Jumat. Lebih baik datang lebih awal dan pulang setelah keramaian agak reda daripada memaksakan diri berdesakan. Untuk jamaah yang berangkat bersama orang tua, kami juga menulis catatan tentang haji plus ramah lansia.

Hotel Dekat Masjid untuk Musim Haji 2027

Untuk Paket Haji Khusus Arbain 2027, hotel di Makkah direncanakan di Marwa Rotana Makkah yang berada di kompleks Zamzam Tower, dengan transit di Al-Telal Towers. Fasilitas ini masih tentatif dan bisa diganti hotel yang setaraf. Menurut itinerary sementara, jamaah tiba dan langsung umroh pada 10 Mei 2027, lalu setelah rangkaian Arafah, Muzdalifah, dan Mina, mereka kembali ke hotel Makkah pada 21 sampai 26 Mei untuk ziarah kota dan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram sebelum berangkat ke Madinah.

Paket 27 hari dengan Qatar Airways ini memakai kuota resmi Kemenag RI. Estimasi harga hotel bintang 5 adalah 17.000 USD untuk sekamar ber-4, 18.500 USD ber-3, dan 20.000 USD ber-2, dikurangi dana manfaat pendaftaran haji sekitar 400 sampai 600 USD. Sebelum pulang, jamaah akan melakukan tawaf perpisahan yang kami jelaskan di artikel tawaf wada haji. Rangkaian lengkapnya bisa dibaca di halaman program Arbain haji plus.

Kalau Anda ingin bertanya soal jarak hotel, jadwal, atau persiapan ibadah di Masjidil Haram, tim Elharamain Wisata siap membantu lewat WhatsApp 0812-8729-2422. Semoga Allah memanggil kita semua ke Baitullah dan menerima setiap sujud yang kita lakukan di sana.