Elharamain Wisata | Haji Plus Resmi Kemenag

Hari Tasyrik di Mina, Catatan Rombongan Haji Khusus Elharamain 1447 H

Malam itu gerbang perkemahan di Mina terang oleh lampu, dan rombongan berompi putih Elharamain Wisata berdiri rapat untuk satu foto bersama. Ada yang mengangkat tangan, ada yang tersenyum lelah, ada pula yang masih sibuk merapikan tali tanda pengenal di lehernya. Di sisi kiri gerbang terpasang papan bertuliskan angka 113. Foto sederhana ini merekam suasana hari tasyrik di Mina pada musim haji 1447 H, hari-hari yang sering luput dari cerita, padahal di sinilah jamaah paling banyak belajar tentang sabar.

Orang biasanya mengingat haji dari wukuf di Arafah. Wajar, karena wukuf adalah puncaknya. Tetapi setelah Arafah dan Muzdalifah, jamaah masih tinggal beberapa hari di Mina. Pagi Idul Adha, melontar jumrah, mencukur rambut, kembali ke tenda, lalu melontar lagi di hari berikutnya. Ritmenya berulang, badannya capek, dan justru di situ kebersamaan rombongan diuji.

Pagi 10 Dzulhijjah, Tahallul dan Senyum Pertama

Salah satu foto yang paling jujur dari hari itu justru bukan foto tenda. Dua jamaah pria berdiri di depan sebuah salon cukur dengan papan berhuruf Arab. Satu memakai kaos oranye, satu lagi berbaju putih, keduanya tersenyum lebar. Setelah berhari-hari memakai ihram, momen mencukur rambut terasa seperti melepas beban. Bagi jamaah pria, inilah tanda tahallul awal, dan biasanya wajah mereka langsung berubah lebih cerah.

Dua jamaah haji pria Elharamain Wisata tersenyum di depan salon cukur setelah tahallul
Senyum setelah mencukur rambut, tanda tahallul awal.

Hari Idul Adha di Mina tidak dirayakan dengan pakaian baru atau hidangan meriah. Yang ada adalah rasa syukur karena rangkaian terberat sudah dilewati. Biasanya jamaah menyempatkan menelepon keluarga di tanah air, mengucapkan selamat hari raya dari tempat yang selama ini hanya mereka dengar di ceramah.

Suasana Hari Tasyrik di Mina, Antara Tenda dan Jamarat

Hari tasyrik di Mina adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari-hari ini jamaah melontar tiga jumrah, yaitu ula, wustha, dan aqabah. Salah satu foto memperlihatkan eskalator yang penuh oleh jamaah berompi, bendera rombongan diangkat tinggi supaya tidak ada yang tertinggal. Pemandangan seperti ini terulang setiap hari. Rombongan bergerak bersama, berhenti bersama, lalu pulang ke tenda bersama.

Jamaah haji Elharamain Wisata berompi putih menuruni eskalator bersama rombongan
Rombongan bergerak bersama mengikuti bendera.

Di foto lain tampak sepasang suami istri berihram berdiri di depan dinding hijau dengan papan angka 113. Ada juga pasangan yang berfoto dengan latar tenda putih berbentuk kerucut dan bukit batu di belakangnya. Dari foto-foto itu terasa bahwa Mina bukan sekadar tempat menginap. Ia menjadi kampung kecil selama beberapa hari, tempat jamaah saling menunggu, saling menyemangati, dan kadang saling mengingatkan untuk minum air.

Pasangan jamaah haji berihram di depan papan 113 saat hari tasyrik di Mina bersama Elharamain Wisata
Sepasang jamaah berihram di depan papan bertuliskan 113.

Pembimbing biasanya mengingatkan hal yang sama berulang kali. Jalan pelan saja, ikuti bendera, simpan tenaga untuk hari berikutnya. Kalimat sederhana itu terdengar sepele, tetapi di hari ketiga dan keempat, saat kaki mulai pegal, nasihat itulah yang paling terasa manfaatnya.

Pasangan jamaah haji Elharamain Wisata berihram dengan latar tenda putih di Mina
Tenda putih dan bukit batu di belakang jamaah.

Nafar Tsani dan Pelajaran dari Hari-hari Terakhir

Sebagian jamaah memilih meninggalkan Mina lebih awal, sebagian lagi bertahan sampai hari ketiga tasyrik. Program haji khusus Elharamain menyiapkan Nafar Tsani, artinya jamaah tinggal sampai 13 Dzulhijjah dan menyempurnakan lontaran di hari terakhir. Hari-hari tambahan ini diisi dengan kajian Arbain Nawawi, sehingga waktu menunggu tidak terbuang begitu saja.

Bagi yang ingin memahami tata cara melontar lebih dalam, kami sudah menuliskan panduan lempar jumrah dan penjelasan tentang nafar tsani secara terpisah.

Gambaran Hari Tasyrik untuk Musim Haji 2027

Untuk Paket Haji Khusus Arbain 2027 dengan kuota resmi Kemenag RI, itinerary sementara sudah disusun. Pada 15 Mei jamaah bergerak dari Arafah ke Muzdalifah lalu ke Mina. Tanggal 16 Mei diisi tawaf ifadhah dan jumrah aqabah, kemudian 17 dan 18 Mei melontar jumrah ula, wustha, dan aqabah, dan 19 Mei menjadi hari nafar tsani. Jadwal ini masih tentatif dan bisa menyesuaikan kondisi di lapangan.

Beberapa layanan yang dirancang untuk hari-hari di Mina:

  • Tenda VIP Mina di zona 1, dekat jamarat
  • 3 petugas di setiap bus dan dokter pendamping
  • Makan 3 kali dengan menu Indonesia
  • Kaos melontar jumroh dan rompi Elharamain dalam perlengkapan haji

Paket ini berdurasi 27 hari dengan Qatar Airways. Estimasi harganya 17.000 USD untuk sekamar ber-4, 18.500 USD ber-3, dan 20.000 USD ber-2, lalu dikurangi dana manfaat pendaftaran haji sekitar 400 sampai 600 USD. DAM dan kurban sebesar 150 USD belum termasuk. Setelah tasyrik, perjalanan berlanjut ke Makkah dan Madinah dengan program Arbain di Masjid Nabawi.

Ingin tahu lebih jauh soal suasana Mina dan persiapannya? Silakan berkonsultasi dengan tim Elharamain Wisata melalui WhatsApp 0812-8729-2422. Semoga Allah memudahkan langkah setiap calon jamaah dan menjadikan hajinya haji yang mabrur.