Arsip lempar jumrah di Mina (2009). Foto: Omar Chatriwala / Al Jazeera English / Wikimedia Commons, CC BY-SA 2.0. Bukan dokumentasi rombongan Elharamain.
Lempar jumrah dalam ibadah haji perlu dipahami dari tiga hal: jumrah yang dituju, jumlah kerikil, dan jadwal rombongan. Pada 10 Dzulhijjah, jemaah melontar Jumrah Aqabah. Pada hari tasyrik, lontaran dilakukan berurutan ke Sughra, Wustha, lalu Kubra. Jadwal perjalanan tetap mengikuti pengaturan petugas dan penyelenggara.
Panduan Manasik Haji Kementerian Agama, halaman tercetak 96β98, menerangkan bahwa melontar merupakan wajib haji. Panduan itu juga menegaskan pentingnya mengikuti jadwal yang diatur untuk keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban jemaah. Penjelasan berikut merupakan bahan belajar manasik, bukan jadwal keberangkatan menuju jamarat untuk musim tertentu.

Lempar Jumrah pada Hari Nahar dan Tasyrik
Jumrah Aqabah disebut pula Jumrah Kubra. Pada 10 Dzulhijjah, lontaran ditujukan ke jumrah ini dengan tujuh kerikil. Jangan menyamakan rangkaian hari tersebut dengan hari tasyrik, ketika tiga jumrah dilontar secara berurutan.
Pada 11 dan 12 Dzulhijjah, jemaah melontar Sughra, Wustha, dan Kubra; masing-masing tujuh kerikil. Jemaah yang menjalani nafar tsani melanjutkan rangkaian pada 13 Dzulhijjah. Rencana kepulangan dari Mina perlu dibahas bersama pembimbing, bukan diputuskan sendiri karena mengikuti rombongan lain.
- 10 Dzulhijjah: Aqabah atau Kubra, tujuh kerikil.
- Setiap hari tasyrik yang dijalani: Sughra, Wustha, Kubra; masing-masing tujuh kerikil.
- Kerikil dilontarkan satu per satu, bukan tujuh sekaligus.
- Pastikan lontaran masuk ke lubang marma sebagaimana dijelaskan dalam panduan manasik.

Untuk memahami letaknya dalam rangkaian ibadah, pelajari perbedaan rukun haji dan kewajiban haji bersama pembimbing. Melontar tidak boleh dianggap tidak penting hanya karena termasuk wajib, bukan rukun.
Menghitung Batu dan Memeriksa Lontaran
Siapkan kerikil sesuai rangkaian yang akan dijalani. Tujuh kerikil untuk Aqabah pada hari nahar berbeda dari dua puluh satu kerikil untuk tiga jumrah pada satu hari tasyrik. Jumlah keseluruhan juga bergantung pada pilihan nafar dan pelaksanaan masing-masing jemaah.
Menurut panduan Kemenag, melempar tujuh kerikil sekaligus dihitung satu lontaran. Karena itu, latihan gerakan dan penghitungan sebaiknya dilakukan dalam manasik. Jangan hanya menghafal total batu tanpa memahami kapan dan ke jumrah mana batu itu dilontarkan.
Apabila ragu tentang hitungan atau ada lontaran yang tidak masuk, sampaikan kepada pembimbing. Hindari membuat keputusan hukum sendiri di tengah kepadatan. Jemaah lain mungkin menghadapi keadaan berbeda sehingga tindakan mereka tidak selalu dapat dijadikan pedoman.
Ikuti Jadwal dan Bicarakan Kebutuhan Bantuan

Pembahasan waktu lontar dalam kitab manasik tidak berarti jemaah bebas memilih jam perjalanan tanpa koordinasi. Panduan Kemenag mencatat adanya pengaturan jadwal oleh pemerintah Arab Saudi dan meminta jemaah menghindari waktu larangan. Instruksi operasional dapat berbeda menurut musim dan kelompok.
Sebelum keluar dari tenda, pastikan identitas, kontak pendamping, serta titik berkumpul sudah diketahui. Bergeraklah bersama kelompok sesuai arahan petugas. Jika terpisah, minta bantuan petugas dan hubungi pendamping; jangan mengambil jalan pintas yang tidak diketahui.
Jemaah dengan uzur syarβi, termasuk sakit atau kesulitan tertentu, dapat membicarakan kemungkinan mewakilkan lontaran. Panduan resmi memuat ketentuan perwakilan; pelaksanaannya perlu dijelaskan pembimbing sesuai keadaan jemaah. Jangan menunggu sampai rombongan berangkat untuk menyampaikan keterbatasan yang sudah diketahui.
Pembaca juga dapat mempelajari rangkaian nafar tsani serta perbedaan tahallul awal dan tsani agar tidak mencampuradukkan tahapan ibadah.
FAQ tentang Lontar Jumrah
Apakah lempar jumrah termasuk rukun haji?
Panduan Kemenag menempatkannya sebagai wajib haji. Konsekuensi bila ditinggalkan perlu dibahas dengan pembimbing sesuai keadaan.
Berapa batu untuk setiap jumrah?
Setiap jumrah dilontar dengan tujuh kerikil, satu per satu. Pada hari tasyrik ada tiga jumrah yang dilontar berurutan.
Apakah jemaah umroh juga melontar?
Tidak. Lontar jumrah merupakan rangkaian haji, bukan rangkaian umroh.
Bolehkah lontaran diwakilkan?
Panduan Kemenag membolehkan perwakilan bagi uzur syarβi. Kondisi dan tata caranya perlu dikonsultasikan kepada pembimbing.
Persiapkan pertanyaan manasik sejak sebelum berangkat. Untuk membahas program haji dan kebutuhan pendampingan, hubungi tim Elharamain Wisata dan mintalah rincian layanan secara tertulis.
