Elharamain Wisata | Haji Plus Resmi Kemenag

Kereta Cepat Haji, Perjalanan Rombongan 1447 H dari Makkah ke Madinah

Ruang tunggu stasiun itu luas, beratap tinggi dengan rangka bermotif geometris. Jamaah Elharamain Wisata duduk berderet di kursi besi, koper dan tas jinjing di dekat kaki, beberapa masih memakai masker. Seorang ibu bergamis hijau zaitun tersenyum ke kamera, di sebelahnya dua jamaah pria berompi putih santai menunggu panggilan naik. Begitulah awal perjalanan kereta cepat haji rombongan 1447 H, saat meninggalkan Makkah menuju Madinah setelah seluruh rangkaian haji selesai.

Perpindahan dari Makkah ke Madinah selalu punya rasa yang campur aduk. Ada sedih karena berpisah dengan Ka’bah, ada lega karena manasik besar sudah tuntas, ada juga rindu yang mulai tumbuh untuk Masjid Nabawi. Perjalanan dengan kereta membuat perpindahan ini terasa lebih tenang.

Pamit dari Hotel, Foto Bersama di Lobi

Sebelum berangkat ke stasiun, rombongan menyempatkan foto bersama di lobi hotel. Spanduk Keluarga Besar Jamaah Haji Elharamain Wisata dibentangkan di barisan depan, jamaah pria dan wanita berdiri berlapis di belakangnya. Wajah-wajah di foto ini sudah jauh lebih santai dibanding saat tiba. Mungkin karena mereka sudah melewati Arafah, Muzdalifah, dan Mina bersama.

Foto bersama rombongan jamaah haji Elharamain Wisata dengan spanduk di lobi hotel sebelum ke stasiun
Foto bersama di lobi hotel sebelum berangkat.

Momen foto bersama ini juga dipakai petugas untuk menghitung ulang jamaah.

Menunggu di Stasiun dan Naik Kereta Cepat Haji

Di ruang tunggu, pasangan-pasangan jamaah duduk berdampingan, ada yang mengecek ponsel, ada yang memangku tas. Suasananya tertib. Petugas rombongan berdiri di sekitar, memastikan tidak ada yang tertinggal saat panggilan naik tiba.

Pasangan jamaah haji Elharamain Wisata duduk di ruang tunggu stasiun kereta cepat
Menunggu panggilan naik di ruang tunggu stasiun.

Begitu masuk gerbong, suasana berubah jadi lebih ceria. Kursi bermotif ungu marun dengan sandaran tinggi, jendela lebar, dan lorong yang lapang. Banyak jamaah berfoto berdua dengan teman sebangku, mengacungkan jempol atau tersenyum ke kamera. Di satu baris, jamaah wanita berkerudung kuning duduk di samping jamaah pria berompi krem, keduanya santai menikmati perjalanan.

Jamaah haji Elharamain Wisata duduk di kursi kereta cepat haji menuju Madinah
Kursi bersandaran tinggi dan jendela lebar.

Seorang jamaah pria berkopiah hitam tersenyum lebar sambil mengacungkan jempol, seorang jamaah wanita duduk di kursi sebelahnya dekat jendela. Wajah-wajah seperti ini yang membuat kami yakin bahwa transportasi yang nyaman bukan soal gengsi. Bagi jamaah yang baru saja melewati hari-hari panjang di Mina, perjalanan yang tenang adalah bentuk istirahat.

Jamaah haji pria Elharamain Wisata mengacungkan jempol di dalam gerbong kereta
Senyum lebar di dalam gerbong.

Di dalam gerbong, banyak jamaah memanfaatkan waktu untuk hal-hal sederhana. Ada yang membuka mushaf kecil, ada yang memeriksa foto-foto selama di Makkah, ada yang tertidur sebentar. Beberapa jamaah wanita duduk berdua sambil berbincang pelan, mengenang hari-hari di Mina. Perjalanan ini seperti jeda, tempat jamaah menutup satu bab dan bersiap membuka bab berikutnya.

Satu kebiasaan baik yang terlihat dari foto-foto ini adalah rombongan selalu bergerak bersama. Dari lobi hotel, ruang tunggu, sampai kursi gerbong, wajah-wajah yang sama muncul berdekatan. Kebiasaan ini sudah terbentuk sejak manasik, dan terbukti memudahkan petugas memastikan setiap jamaah tiba dengan selamat.

Kenapa Kereta Cocok untuk Jamaah Haji

Perjalanan darat antara dua kota suci cukup jauh. Kereta memberi beberapa kemudahan yang terasa langsung oleh jamaah, terutama yang sudah berusia lanjut:

  • tempat duduk lebih lapang sehingga kaki bisa diluruskan
  • jamaah bisa beristirahat, berdzikir, atau tilawah selama perjalanan
  • rombongan tetap duduk berdekatan dalam satu gerbong

Untuk jamaah yang bepergian bersama orang tua, kami juga menulis catatan tentang haji plus ramah lansia. Dokumentasi lengkap rombongan musim lalu bisa dilihat di halaman dokumentasi haji plus 2026.

Jadwal Kereta ke Madinah Musim Haji 2027

Pada itinerary tentatif Paket Haji Khusus Arbain 2027, perjalanan kereta ke Madinah dijadwalkan pada 27 Mei 2027, setelah jamaah menghabiskan 21 sampai 26 Mei di hotel Makkah. Mulai 28 Mei hingga 3 Juni, jamaah tinggal di Madinah untuk ziarah Raudhah, ziarah kota, dan shalat Arbain di Masjid Nabawi. Hotel Madinah yang direncanakan adalah Al-Aqeeq, sekitar 50 meter dari masjid. Pada 4 Juni rombongan terbang Madinah ke Doha lalu ke Jakarta, dan tiba 5 Juni 2027.

Paket 27 hari dengan Qatar Airways dan kuota resmi Kemenag RI ini memiliki estimasi harga 17.000 USD sekamar ber-4, 18.500 USD ber-3, dan 20.000 USD ber-2, dikurangi dana manfaat pendaftaran haji sekitar 400 sampai 600 USD. Bagasi 30 kg dan air zamzam sudah termasuk. Detail programnya bisa dibaca di halaman program Arbain haji plus.

Punya pertanyaan soal perjalanan Makkah ke Madinah atau persiapan haji 2027? Silakan hubungi tim Elharamain Wisata lewat WhatsApp 0812-8729-2422. Semoga setiap langkah jamaah dari Makkah ke Madinah dicatat sebagai perjalanan menuju ridha Allah.